Rabu, 25 September 2013

Tugas Karangan SMANDA LANGSA X3 Bahasa Indonesia

1.
Judul : Memancing
Karya : Supriadi (X.3)
Tanggal Dibuat : Rabu, 25 September 2013.


Memancing
Pada pagi Minggu Saya pergi ke tempat kawan saya, saya mengajak kawan saya memancing sama kawan saya, rupanya kawan saya belum bangun tidur, saya memanggilnya dan ia pun terbangun, abis itu ia mandi, kamipun berangkat memancing, saya pun di suruh teman saya mencari umpannya dan saya pun mencari umpannya dan terus saya memasang umpannya terus saya taruh ke dalam kolam berapa menit saya mendapat ikan yang kecil dan kawan saya mendapat ikan yang besar sampai pancingnya patah, dan kami pulang mengambil pancing yang baru, saya pun memancing kembali, abis itu kami mendapatkan seekor ular abis itu kami terkejut kamipun lari , kami pun kembali lagi mengambil pancing saya lagi, kamipun pulang kami membagi hasil pancingan kami terus kamipun pulang ke rumah masing masing. Kami pun mandi abis itu malam hari kami membakar ikan hasil pancingan kami kamipun menyiapkan bumbunya terus saya bakar ikannya sampai matang dan kami bolak-balik ikannya rupanya ikannya sudah masak dan kami angkat, ikannya dan kami makan bersama teman saya.
Saya pun besoknya memancing lagi sendirian abis itu saya mendapatkan ikan yang paling banyak abis itu saya pulang ke rumah saya langsung membetetkan ikannya abis itu saya cuci yang bersih terus saya goreng.

2.
Judul : Nenek
Karya : Rizky Yusdiansyah (X.3)
Tanggal dibuat : Rabu, 24 September 2013

Nenek
Ada Seorang remaja wanita. Masih sekolah di kelas 2 SMA, setiap hari dia di tugaskan untuk merawat neneknya.
Neneknya sudah lumpuh, hidupnya hanya di habiskan di tempat tidur. Suatu saat dia mulai merotes karena ketidakadilan yang ia rasakan ''Ma gantian dong yang merawat nenek, masak setiap hari harus aku''. Lalu mamanya memotivasi ''Nak, merawat nenek pahalanya banyak''. Sesekali anak itu mau menuruti mamanya tapi di saat lain ia mulai protes kembali ''ma gantian dong yang merawat nenek, masak setiap hari harus aku. Kenapa harus aku, kenapa tidak mama kenapa tidak papa kenapa tidak kakak atau adik yang merawat nenek tapi kenapa harus aku''. Protesnya mulai keras , mamanya memeluk sambil menangis '' Nak, kamu sudah besar, kamu benar benar mau tau kenapa?'' ''iya ma'' ''dulu saat kamu masih umur 6 bulan malam itu rumah kita kebakaran semua orang meyelamatkan diri dan barang barang yang bisa di selamatkan , papa dan nenek menggendong kakakmu dan mama menggendong kamu, setelah kita keluar semua papa bertanya ''mana bayinya?'' tanpa sadar ternyata yang mama gendong bukan bayi tapi guling kecil. Kami baru sadar ternyata kamu masih di dalam rumah dilantai 2 tiba tiba saja dari arah belakang lari menerjang masuk kedalam rumah, ternyata nenekmu nak, nenekmu lari memaksa masuk ke dalam rumah kemudian naik menerobos ke lantai 2, setelah membawamu nenek terjun dari lantai 2 sambil menggendong kamu, dan mulai saat itulah nenekmu lumpuh'', anak itu terdiam sambil meneteskan air mata tanpa suara, dan mulai saat itu tidak pernah lagi protes saat saat disuruh merawat neneknya bahkan hari harinya di habiskan untuk merawat neneknya, ia sangat senang dan bangga bisa merawat neneknya, ia bangga pada nenenknya tiada kesenangan melebihi kesenangan merawat neneknya.

3.
Judul : Teringat Masa Lalu
Karya : Rifan Dika (X.3)
Tanggal Dibuat : 24-25, September 2013

Teringat Masa Lalu
Pagi Itu aku duduk termenung sendiri di tepi sungai. Aku gak tau kenapa aku bisa ada di tepi sungai pagi pagi buta, mungkin kakiku berjalan sendiri tanpa aku menyadarinya.
Mungkin saja dahulu di tepi sungai ini telah terjadi peristiwa dimana kenangan ku bersama seseorang yang ku kenal, sedang sekarang aku sudah tak mengingat nya lagi.
Namun mengapa tempat ini tidak asing lagi bagiku, lalu aku bertanya kepada burung yang sedang hinggap di pohon '' Burung, apa yang telah terjadi disini, dimasa lalu, dan jika terjadi , apakah peristiwa itu melibatkan aku didalamnya''?. Namun burung itu hanya diam membisu.
Aku mulai sadar hal itu adalah hal yang sangat konyol, dan tidaklah mungkin burung bisa bicara layaknya manusia. Aku teringat Ucapan orang tuaku bahwa aku menghidap penyakit Amnesia, maka dari itu aku tidak ingat peristiwa di tepi sungai.
Hingga tak aku sadari aku berada di tepi sungai itu hingga sore hari, mataharipun sudah hampir tenggelam. Lalu akupun berjalan menuju Rumah.
Pada malam harinya aku bertanya pada orang tuaku tentang peristiwa yang terjadi di tepi sungai, ''Baiklah nak, saatnya kami harus memberi tahu hal ini padamu'' mereka mulai membicarakan hal itu.
''Dahulu, kamu dan temanmu dedi adalah sahabat yang cukup dekat, kalian sering bermain di sungai, kadang kalian berenang atau sekedar melepas lelah.
Namun pada suatu hari pada saat kalian duduk di batu sungai ada seekor kerbau hitam yang memiliki tanduk panjang. Kerbau itu langsung menggigit dedi dan menyeruduknya hingga dedi terlempar ke sungai, dan kamu coba menolongnya namun apa daya aliran sungai sangat deras, ibunya dedi adalah sahabat dekat ibu, ibu juga sangat merasa bersalah dengan hal itu. Akhirnya dedi tewas seketika, dan ia ditemukan sedang menyangkut di batu sungai''. Sekarang aku mulai mengerti mengapa di tepi sungai aku merasa sedih. Dan ditepi sungai itu adalah tempat bersejarah bagiku, dan aku akan terus mengenangnya, walaupun sangat menyakitkan.
Sekarang aku coba bertanya kepada ibunya dedi apa yang terjadi tentang dedi ditepi sungai, ibunya dedi menangis tersedu sedu menceritakannya. Mungkin ia sangat kehilangan dengan kejadian tersebut.
Dedi adalah anak pertama dari 3 bersaudara ibunya sangat sayang padanya karena dedi adalah anak laki laki satu satunya .
Hingga sekarang aku masih sangat merasa bersalah kepada keluarga dedi. Dengan begitu aku sangat sangat meminta maaf pada keluarga dedi '' dedi semoga kamu di alam sana tenang dan maafkan aku atas kesalahanku yang telah lalai, sekali lagi maafkan aku,'' doaku kepadanya.

4.
Judul : Perjalanan Mengsankan
Karya : Reka Syafitri
Tanggal Dibuat : Rabu, 25 September 2013.

Perjalanan Mengesankan.
Malam itu kira kira pukul 8 WIB, aku berangakt ke sigli untuk menjalin silaturahmi bersama keluargaku. Suasana perjalanan di malam hari amat dingin , bukit bukit yang biasa terlihat keindahannya. Namun pada malam hari keindahan telah ditutupi oleh kegelapan malam. Kulihat banyak orang beralu lalang di jalan. Banyak lampu yang menyinari rumah rumah dan terlihat juga para pedagang menjajakan daganannya walaupun angim malam menusuk tubuh mereka. Sesampainya di sigli aku dan keluarga ku disambut oleh nenek dan kakekku serta saudara saudaraku. Aku besalaman dengan nenek dan kakekku . Sebagai rasa hormatku kepada mereka. Lalu aku dan keluargaku beristirahat untuk menghilangkan kelelahanku selama diperjalanan.
Keesokan harinya setelah sarapan pagi, aku dan keluargaku serta saudara saudaraku berlibur ke banda aceh. Subhanallah pemandangannya sungguh menakjubkan. Seulawah yang selama ini aku lihat melalui kejauhan, kini terlihat amat dekat tampak pohon pohon yang tumbuh rimbun, disana sesampai disana aku dan keluargaku mengunjungi Masjid Baiturrahman. Disana banyak pelajaran dan sejarah yang aku dapatkan bayangkanlah betapa besarnya kekuasaan Allah SWT. Menyelamatkan mesjid tersebut dari derasnya hempasan tsunami, kemudian kami mengunjungi museum, ketika masuk dalam terowongan seakan akan kami sedang berada dalam kejadian tersebut, suasana didalam terowongan tersebut gelap sekali. Terdengar suara air dan suara orang orang berteriak , setelah saya berkeliling di museum saya mengunjungi tempat tempat bersejarah lainnya seperti kapal apung, rumah aceh dll.
Hari semakin sore kami berangkat menuju ke sigli. Kami menginap di sigli 3 malam . Setelah itu kami berangkat ke langsa lagi. Sungguh perjalanan yang melelahkan namum mengesankan.

5.
Judul : Tepian Pantai.
Karya : Surya Kurniawan
Tanggal Dibuat : 24-25 September 2013.

Mimpi
Suatu malam saat aku berada di tepian pantai, sendiri sepi tiada yang menemani, aku termenung memikirkan masa depanku yang tak jelas, aku berjalan lurus ke tepian pantai , terhempas ombak hembusan angin itulah suasana indah yang aku rasakan, saya berfikir apa yang harus saya lakukan. Saya ingin pulang ke rumah namun itu tidak mungkin. Dirumahku ada permaslahan yang sangat menyedihkan. Saat lelah aku duduk dibebatuan besar ditepi pantai menikmati dinginnya angin, saat aku melihat kebelakang aku terkejut, aku melihat seorang gadis sedang duduk termenung. Aku bertanya kepadanya '' Hai, sedang apa kau duduk disini?'' dia diam tak menjawab '' apakah kau tidak mendengarku''? . Dia tetap diam tanpa berkata apapun, sekian banyak pertanyaan yang aku ajukan kepadanya, saat pertanyaan terakhir '' apakah kau tidak merasa dingin ''? . ''Aku kedinginan, Bolehkah aku memelukmu?''. ''Oh, boleh, dengan senang hati''.
Kami berjalan bersama diwaktu yang sama, saling bercanda tawa bercerita bersama , disaat yang saya rasa sudah tepat saya bertanya kepadanya, ''Siapa dirimu sebenarnya, Dan mengapa kau ada disini sendiri?''. Dia mengeluarkan air mata, air mata yang berderai perlahan ia menjawab '' Aku sedang berlibur dipantai ini, Namun saat hendak pulang, aku terlambat dan tertinggal oleh rombongan kapal lainnya, aku bingung harus kemana dan apa yang harus aku lakukan, aku hanya bisa diam duduk termenung disini ''. Panjang ia menceritakan tak lama setelah itu aku melihat kearah laut ada kapal yang sangat besar sedang menuju ke arah sini, '' Itu kapalku, mereka menjemputku''. Aku menggenggam erat tangannya rasanya aky tak mau kehilangannya. '' Putri, kau akan segera meninggalkan aku dan pantai ini, kau akan melupakan aku, kau akan kembali pulang ke tempat asalmu''. ''aku memang akan meninggalkanmu, aku tidak akan pernaj melupakanmu, terumakasih kau telah menemaniku malam ini. ''Silahkan putri naiklah ke kapal itu'', ia naik, kapal segera berlayar lebih jauh dan lebih jauh lagi.
Aku terbangun dari tidurku.
SIAL ! Arggghhh ternyata itu hanya mimpi.