Minggu, 17 Maret 2013

Air Dapat Mendengar

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...
Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu
yang hidup." (Q.S. Al Anbiya:30). Dalam kitab-
kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa
tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi
di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas
Yokohama dengan tekun melakukan
penelitian tentang perilaku air.
Air murni dari mata air di Pulau Honshu
didoakan secara agama Shinto, lalu
didinginkan sampai -5oC di laboratorium,
lantas difoto dengan mikroskop elektron
dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata
molekul air membentuk kristal segi enam
yang indah. Percobaan diulangi dengan
membacakan kata, "Arigato (terima kasih
dalam bahasa Jepang)" di depan botol air
tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah.
Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan
huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk
dengan keindahan yang sama. Selanjutnya
ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk
buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart,
kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik
heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.
Ketika 500 orang berkonsentrasi
memusatkan pesan "peace" di depan sebotol
air, kristal air tadi mengembang bercabang-
cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba
dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam
dengan lima cabang daun muncul berkilauan.
Subhanallah.
Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia
melakukan percobaan dengan air di Swiss,
Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian
diundang ke Markas Besar PBB di New York
untuk mempresentasikan temuannya pada
bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa
"mendengar" kata-kata, bisa "membaca"
tulisan, dan bisa "mengerti" pesan. Dalam
bukunya The Hidden Message in Water, Dr.
Masaru Emoto menguraikan bahwa air
bersifat bisa merekam pesan, seperti pita
magnetik atau compact disk.
Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan,
semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa
mentransfer pesan tadi melalui molekul air
yang lain. Barangkali temuan ini bisa
menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan
bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita
anggap musyrik, atau paling sedikit kita
anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata
molekul air itu menangkap pesan doa
kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya
merambat kepada molekul air lain yang ada di
tubuh si sakit.
Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air.
Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang
keras pun mengandung 22% air. Air putih
galon di rumah, bisa setiap hari didoakan
dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang
meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan
agar suami yang meminum tetap setia. Air
tadi akan berproses di tubuh meneruskan
pesan kepada air di otak dan pembuluh
darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan
dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air
minum di suatu kota didoakan dengan serius
untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk
yang meminumnya akan menjadi baik dan
tidak beringas.
Rasulullah saw. bersabda, "Zamzam lima
syuriba lahu", "Air zamzam akan
melaksanakan pesan dan niat yang
meminumnya". Barangsiapa minum supaya
kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa
minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan
sembuh. Subhanallah ... Pantaslah air zamzam
begitu berkhasiat karena dia menyimpan
pesan doa jutaan manusia selama ribuan
tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.
Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran
tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah
rupanya selalu menarik perhatian kita kepada
air.
Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia
menyimpan kekuatan, daya rekam, daya
penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang
menunggu disingkap manusia. Islam adalah
agama yang paling melekat dengan air. Shalat
wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis
bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun
wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang
menyuruh memandikan jenazah, malahan ada
yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan
zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa
respek. Kita buang secara mubazir, bahkan
kita cemari. Astaghfirullah.
Seorang ilmuwan Jepang telah merintis.
Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian
kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan
hadis.
Wallahu a'lam ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar